Silsilah Hadis Palsu dan Lemah tentang Akal

Hadis 1

“Agama itu adalah akal, dan siapa yang tidak memiliki agama, maka berarti dia tidak berakal.” (KUALITAS HADITS : BATHIL)
 

Pendapat Para Ulama Hadits :
  1. Imam an-Nasa`iy, “Ini adalah hadits Bathil dan Munkar.”  
  2. Ibn Hajar (ketika mengomentari lebih kurang 30-an hadits tentang keutamaan akal yang dikeluarkan oleh al-Hârits bin Abi Usâmah di dalam musnadnya) berkata, “Semuanya Mawdlu (palsu)’”  
  3. Ibn al-Qayyim, “Hadits-hadits tentang akal semuanya adalah dusta.” 


Hadis 2

“Barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegahnya dari melakukan perbuatan keji dan munkar, niscaya dia hanya semakin jauh dari Allah.” (KUALITAS HADITS :  BATHIL)


Pendapat Para Ulama Hadits :
  1. al-Haafizh, Ibn Hajar berkata –ketika menyebutkan biografi Laits (salah seorang periwayat dari jalur hadits ini) di dalam bukunya Taqriib at-Tahdziib-, “Seorang yang Shaduuq, di akhir hayatnya banyak berubah (ngelantur) sehinggga tidak dapat membedakan haditsnya. Karena itu, dia ditinggal (tidak digubris perinwatannya).”
  2. al-Haafizh al-‘Iraaqy di dalam bukunya Takhrîj al-Ihyaa' jilid.I, hal.143, “Sanadnya Layyin.”
  3. al-Haitsamy di dalam bukunya Majma’ az-Zawaa`id (I:134) juga mengaitkan cela/cacat hadits ini pada periwayat bernama Laits tersebut.

0 Response to "Silsilah Hadis Palsu dan Lemah tentang Akal"

Post a Comment

Jangan nyepam ya..