Dalil tentang Perintah Memanjangkan Jenggot dan Memotong Kumis

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian!" (HR. Bukhori)

"Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian!" (HR. Bukhori)

“Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim)

"Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi." (HR. Muslim)


Dari Abu Umamah radhiallahu 'anhu: 
Kami (para sahabat) menanyakan: “Wahai Rosulullah, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad)

Ibnu Umar radhiallahu 'anhu mengatakan: 
“Sesungguhnya Rosululloh saw memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang." (HR. Muslim).

Jabir rhadhiallahu 'anhu mengatakan: 
“Sungguh kami (para sahabat), diperintah untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah). 

Dalam riwayat lain:
“Kami (para sahabat) membiarkan jenggot kami panjang, dan mencukur kumis” (HR. Abu Dawud)


Kisahnya dua utusan kisra (kaisar), berkata Zaid bin Habib :

Telah masuk dua utusan tersebut kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan sungguh keduanya telah mencukur jenggot dan memelihara kumisnya, Rasulullah memandang dengan benci kepada keduanya, Dan (Rasulullah) bersabda: Celakalah kalian berdua. Siapakah yang menyuruh kalian dengan ini.” Kedua orang tersebut menjawab : “Yang memerintahkan kami adalah rab kami (yaitu kaisar).” Maka bersabdalah Rasulullah saw : “Akan tetapi Rabbku memerintahkan untuk memelihara jenggotku dan memotong kumisku.” (HR. Ibnu Jarir)



Dan masih banyak hadist yang senada.  Untuk menghindari kebosanan maka cukuplah beberapa hadis di atas untuk mendasari perintah memelihara jenggot dan memotong kumis.

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata."  (QS 33 : 36)

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An Nur : 63)



Related post: 

0 Response to "Dalil tentang Perintah Memanjangkan Jenggot dan Memotong Kumis"

Post a Comment

Jangan nyepam ya..