Kolam Tanah, Cara Efektif Budidaya Ikan Nila, Mudah dan Murah

Kolam Tanah, Cara Efektif Budidaya Ikan Nila, Mudah dan Murah
Kolam Tanah Lapis Plastik


Budidaya ikan nila menggunakan kolam tanah sering dipandang sebelah mata. Dianggap terlalu tradisional, murahan, gak modern, amatir, cupu, culun, lugu, mana bisa masuk dunia industri, dsb, dsb. Hhee. Mungkin karena kolam tanah banyak ditemukan di pedesaan. Di area persawahan, di tepi sungai,  bahkan di pekarangan rumah di tengah-tengah perkampungan. Tapi siapa sangka bahwa budidaya ikan nila menggunakan kolam tanah ternyata merupakan cara yang paling efektif dan efisien dibandingkan kolam terpal, fiber, maupun kolam tembok. Karena dengan sedikit rekayasa, kolam tanah justru bisa mengungguli jenis kolam-kolam lainnya, terutama jauh lebih efektif dari sisi fungsi. Rekayasa di sini adalah dengan melapisi dinding kolam menggunakan plastik. Cuma itu. Plastik apa? Plastik pertanian, yang bawahnya hitam atasnya silver atau metalik itu.

Budidaya ikan nila menggunakan kolam tanah memang sangat cocok untuk para pemula. Karena selain mudah, tapi juga murah. Tapi yang udah profesional juga kukira cocok juga. Berikut beberapa kelebihan kolam tanah dengan dinding dilapisi plastik dibanding jenis kolam lainnya.

Kelebihan kolam tanah dibanding kolam tembok, kolam terpal, fiber atau akuarium adalah kekayaan hayatinya. Karena tanah yang menjadi dasar kolam merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai organisme yang menunjang kehidupan ikan. Organisme tersebut bisa bermanfaat sebagai sumber pakan alami bagi ikan. Kolam terpal dan fiber mana bisa.

Biaya pembuatan kolam tanah jauh lebih murah dibanding jenis kolam lainnya. Dengan biaya 100rb bisa mendapat plastik pertanian puluhan meter. Bandingkan dengan terpal, paling Cuma dapat tiga meter persegi. Plastik lebih awet daripada terpal. Terkena panas dan hujan tiap hari, terpal akan lebih cepat hancur, mudah sobek. Plastik gak sayang kalo dilubangin untuk lubang pembuangan air. Coba kalo terpal, udah mahal, sayang banget kan dilubangin, bisa sekali pake doang.

Kolam Tanah, Cara Efektif Budidaya Ikan Nila, Mudah dan Murah
Si Oren lagi makan di kabin

Kolam tanah juga lebih fleksibel, gampang dialih fungsikan untuk tujuan lain. Bandingkan sendiri dengan kolam tembok permanen. Artinya, kolam tanah gampang dimodifikasi dan direkayasa sewaktu-waktu. Mengenai bentuk kolam, susunan, dsb. Karena untuk budidaya ikan nila akan membutuhkan jumlah kolam yang tidak sediki. Ukuran kolam tergantung kuantiti/jumlah ikan yang ada. Tapi soal jumlah kolam, minimal ada 6 kolam. Dengan pembagian 1 kolam untuk indukan, 1 kolam untuk larva ikan, 1 kolam untuk ikan nila anakan umur 1 bulan, 1 kolam untuk umur 2 bulan, dst. Karena ikan nila untuk konsumsi yang dijual di pasaran adalah hasil pembesaran ikan nila umur 4-6 bulan. Jadi 6 kolam itu adalah untuk memisahkan kolam berdasar ukuran. Soal umur tadi cuma untuk penjelasan mudahnya aja. Yang jelas, jangan sampai ikan nila dicampur acak-acakan. Ada yang gede, ada yang kecil, udah pasti tawur. Rebutan makan, kanibalisme, ujung-ujungnya banyak yang luka. Kalau udah infeksi, runyam urusannya. Karena penyakit ikan gampang menular. Ikan nila adalah termasuk ikan yang paling gampang memijah. Jadi sayang banget kalau miara ikan nila tapi gak dibudidayakan. 

Sebenarnya masih banyak kelebihan kolam tanah dibanding kolam yang lainnya. Tapi karena tulisannya udah kesana kemari gak jelas, udahan dulu, mungkin ditambah lain kali. Next time juga bakal kutulis pengalamanku memijahkan ikan nila, tentunya bukan pake cara yang ribet. Oke, Itulah beberapa kelebihan kolam tanah dibanding kolam-koalm yang lain. Good luck and happy fish farming. :))

Baca juga :
Cara Membuat Kolam Budidaya Ikan Nila Paling Praktis (Part 1)
 
Cara Membuat Kolam Budidaya Ikan Nila Paling Praktis (Part 2)
 
Foto Persiapan Kolam Budidaya lele 

1 Response to "Kolam Tanah, Cara Efektif Budidaya Ikan Nila, Mudah dan Murah"

Jangan nyepam ya..