Rapatkan Shaf Sholat Berjama'ah



Rosulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Rapikan shaf-shaf kalian, sesungguhnya aku melihat kalian dari punggungku. dan hendaklah setiap orang diantara kalian menempelkan bahunya kepada bahu temannya (yang disampingnya) dan kakinya dengan kaki temannya." (HR Bukhori)

Rosulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Rapikan Shaf-shaf kalian, rapatkan diantara bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah (dalam shaf) dan janganlah kalian tinggalkan sedikitpun celah untuk setan. barang siapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambung (pahala) baginya, dan barang siapa yang memutuskan shaf maka Allah akan memutuskannya." (HR Abu Dawud)


Tentunya bagi orang yang telah sampai kepadanya hadist ini, akan sedih ketika melihat saudara-saudara kita sholat berjamaah di masjid tetapi tidak merapatkan shafnya. Sedih ketika saudara-saudara kita menyediakan celah untuk setan. Akan lebih sedih lagi ketika sebelum sholat dimulai, sang Imam ternyata tidak menasehati jama'ah agar meluruskan, merapikan, merapatkan shaf, padahal ini adalah diantara sunnah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bagi sang Imam. Bahkan sebagian jamaah justru merasa risih jika ada jamaah lain merapatkan kakinya ketika dimulai sholat jamaah.
Persoalan muncul ketika orang membawa sajadah terlalu lebar, membuat jamaah lain menjadi enggan menginjak sajadah orang itu, seolah-olah teritori sajadah gak boleh diterobos. Atau kasus yang lain, sajadah panjang di masjid yang sudah dipetak-petak dari pabriknya. Seolah-olah setiap makmum sudah mempunyai area sholat masing-masing, tidak boleh saling menerobos. Alhasil sunnah merapatkan shaf yang mulia ini pun semakin kurang mendapat perhatian. Alangkah baiknya jika sajadah di Masjid itu polos, atau cuma ada garis sebagai pedoman antar shof depan dan belakang.


Persoalan yang lain, sebagian saudara kita yang telah sampai hadis ini kepadanya justru praktek berlebihan tanpa memperhatikan tafsir para Ulama. Maka kadang kita jumpai sebagian saudara kita berlebihan dalam merapatkan shaf. Ada yang terlalu ekstrim membentangkan kakinya terlalu lebar agar bisa rapat dengan makmum di sebelah kanan-kirinya. Ada pula yang memposisikan telapak kakinya menghadap kiblat. Tegak lurus 90' bahkan lebih. Bahkan ada yang beranggapan bahwa mata kaki juga harus menempel. Sekalipun di rokaat kedua dan seterusnya pun masih melakukan hal yang sama.


Padahal yang paling rojih menurut pendapat para Ulama adalah asalkan tercapai rapat saat berdiri takbirotul ihrom, artinya merapatkan shof hanya saat awal sholat. Posisi mata kaki sejajar lurus (bukan menempel), karena akan merepotkan jika mata kaki harus saling menempel, akan merepotkan juga jika telapak kaki harus lurus menghadap kiblat. 

Yang penting adalah ketika berdiri awal sudah tercapai rapat, maka akan melazimkan rokaat berikutnya akan rapat pula, jadi gak perlu menempelkan kaki lagi saat berdiri di rokaat kedua dan seterusnya. 

Ujung telapak kaki (area kelingking) ditempelkan saat berdiri takbirotul ihrom pun boleh langsung dilepaskan. Karena tujuan awalnya adalah untuk merapatkan shaf, meluruskan, merapikan, men-sejajar-kan mata kaki. Tatkala sudah tercapai ya sudah. Karena bisa jadi orang justru merasa terganggu jika sejak awal sampai akhir sholat harus menempel. Wallahu a’lam

Baca Juga:
  1. Lari-larian Mendatangi Sholat Jamaah Saat Masbuk?
  2. Lewat Depan Orang Sholat dan Tentang Sutrah

2 Responses to "Rapatkan Shaf Sholat Berjama'ah"

  1. Anonymous3:29 PM

    ahahaha,,,, w juga baru tau soal itu. tapi sebagai orang yang dulunya ga tau w punya jawaban untuk pertanyaanmu yg satu ini,

    "KENAPA kalau kita sudah menempelkan kaki dan bahu kepada orang di sebelah kita justru orang itu bergeser menjauh seolah-olah gak mau kita deketin? Emang kita najis?"

    ""Sempit tau,,, lagian udah ada tempat sendiri ngapain dempet2""

    atau pikiran w yg lebih dulu banget,

    ""duh, Appaan sih??""

    haha,, tpi ya karna sekarang w dah tau, jdi w bakal usaha buat coba... ^_^ makasih buat info anda.

    ReplyDelete
  2. Anonymous2:17 PM

    alhamdulillah, something sekali.. hehe
    tegakkan sunnah Rasul dan istiqomah..
    walaupun (cuma) merapatkan shaf dalam shalat berjamaah..

    syukron..

    ReplyDelete

Jangan nyepam ya..