Top 3 Jenis Jahe di Indonesia

Jenis-jenis jahe di Indonesia diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu deibedakan berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya. Sebagai berikut :

1.) jahe Gajah

Jahe gajah atau disebut juga jahe putih atau kuning besar (dibeberapa tempat di Indonesia dinamakan jahe badak). Rimpangnya besar dan gemuk, ruas rimpang lebih menggembung dibandingkan dengan kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bisa di konsumsi baik saat masih muda maupun sudah tua. Bisa dimanfaatkan dalam bentuk jahe segar atau jahe olahan.

 Jenis Jahe di Indonesia
Yang mana jahe gajah  yang mana orang
Jahe Gajah juga mempunyai batang dan daun lebih besar dan lebih panjang (tinggi?) daripada jenis jahe lainnya. Rasanya tidak terlalu pedas, tapi cukup panas. Walaupun demikian, jahe jenis ini mempunyai prospek yang paling besar di bidang industri. Karena produk olahan jahe paling besar menggunakan jenis jahe gajah ini. Entah apa alasannya, tapi perusahaan jamu dan sejenisnya lebih menyukai jahe gajah dibanding jahe lainnya. Entah soal harga, ukuran, ataupun kapasitas produksi jahe gajah adalah yang terbesar di Indonesia (dibanding jenis jahe lainnya) sehingga bisa mencukupi kebutuhan bidang industri. Untuk memenuhi standard industri maupun standard ekspor dengan berat dan ukuran yang besar, masa panen jahe gajah adalah diatas 8 bulan setelah tanam.

2.) Jahe Emprit
Jahe Emprit atau sering disebut juga jahe kuning kecil (di beberapa tempat di indonesia disebut jahe sentil). Saya sendiri menyebutnya jahe unyil, karena di tempat saya, emprit adalah nama lain burung pipit, biar gampang aja membedakannya. Ciri morfologi dari jahe unyil ini yaitu : ruasnya kecil dan agak rata sampai agak menggembung, berwarna kekuningan, ukuran batang dan daun lebih kecil dibanding jahe gajah. Jahe ini bisa dipanen setelah berumur tua. Lebih lama dibanding jahe gajah, yaitu 1 tahun. Kandungan minyak atsiri jahe emprit lebih besar daripada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas dan seratnya lebih tinggi. Jahe ini cocok dibikin minuman, untuk ramuan obat-obatan atau untuk diesktrak menjadi oleoresin dan minyak atsiri.

Jenis jahe Indonesia
Jahe Emprit di bedengan

3.) Jahe Merah
Jahe merah rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe unyil, jahe merah selalu dipanen setelah berumur tua, diatas 1 tahun. Jahe ini memiliki kandungan minyak atsiri paling tinggi dibandingkan dengan 2 jenis jahe sebelumnya, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan. Ukuran batang dan daun jahe merah hampir mirip dengan jahe emprit. Cara membedakannya yaitu dengan mengingat ataupun mencatat lokasi saat bibit jahe ditanam. Yang mana jahe merah, yang sebelah mana jahe emprit. :)

Jenis jahe merah Indonesia
Jahe merah dalam karung

Sejak dulu jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan lainnya. Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak atsiri yang dikeluarkan rimpang jahe. 

0 Response to "Top 3 Jenis Jahe di Indonesia"

Post a Comment

Jangan nyepam ya..