Minggu, 29 Agustus 2010

Hukum Membuat Gambar dan Patung dalam Islam

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada anjing atau ada gambarnya." (Shahih Muslim)

Rasulullah shalllahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Orang-orang yang melukis gambar-gambar akan disiksa pada hari kiamat, kepada mereka difirmankan: Hidupkan apa yang telah kalian ciptakan." (Shahih Muslim)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah para juru gambar." (Shahih Muslim)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Setiap tukang gambar itu akan masuk neraka. Allah akan menjadikan baginya dengan setiap gambar yang ia buat sesosok jiwa yang akan menyiksanya di neraka Jahanam." (Shahih Muslim)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Allah Taala berfirman: Siapa lagi orang yang lebih zalim daripada orang yang mencoba membuat ciptaan seperti ciptaan-Ku? Mereka boleh mencoba menciptakan sebuah atom atau menciptakan biji-bijian atau menciptakan jelai." (Shahih Muslim)

Kitab Haji
"Sesungguhnya ketika Rasulullah tiba (di Mekah), beliau enggan masuk ke Baitullah karena di dalamnya ada berhala-berhala. Lalu, beliau memerintahkan supaya berhala-berhala itu dikeluarkan (dalam satu riwayat dimusnahkan). Lalu, mereka keluarkan patung Ibrahim dan Ismail yang sedang memegang panah untuk berundi. Rasulullah bersabda, "Semoga Allah mengutuk mereka. Demi Allah, mereka mengetahui bahwa keduanya (Ibrahim dan Ismail) tidak pernah mengadakan undian semacam itu." 

(Dan dalam riwayat lain: Beliau menjumpai patung Ibrahim dan patung Maryam. Kemudian beliau bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya mereka sudah mendengar bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung. Dan, ini Ibrahim dipatungkan, bahkan didesain melakukan undian pula!) Lalu beliau masuk ke Baitullah. Kemudian beliau bertakbir di seluruh penjurunya, (dan keluar). Namun, tidak melakukan shalat di dalamnya." (HR. Ibnu Abbas)


Baca juga:
Adab Bertamu: Ucap Salam, Dilarang Mengintip ke Dalam Rumah Orang  

Hadist shahih :Hukum dan Perintah Membunuh Cicak




Senin, 26 Juli 2010

WARNING : BAHAYA BID'AH !!

Bid'ah (inovasi): mengada-adakan perkara baru dalam agama

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid'ah, dan tiap bid'ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka." (HR. Muslim)
 
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami, maka (amalan) itu tertolak.” (HR. Bukhori dan Muslim). 

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan: "Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?" Beliau menjawab: "Mengada-adakan amalan bid'ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya." (HR. Daruquthin dari Anas).

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.”  (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila kamu melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid'ah sesudah aku tiada, maka tunjukkanlah sikap menjauh (bebas) dari mereka. Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah mereka agar mereka tidak makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula orang-orang yang dikhawatirkan meniru-niru bid'ah mereka. Dengan demikian Allah akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu di akhirat.  (HR. Ath-Thahawi)


Hadis Shahih tentang Hutang Piutang

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan menimbulkan ketakutan pada dirimu sendiri sesudah terasa olehmu keamanan (ketentraman)." Para sahabat bertanya: "Apa yang menimbulkan ketakutan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "hutang." (HR. Ahmad)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Berhati-hatilah dalam berhutang. Sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari. (HR. Ibnu Babawih dan Al-Baihaqi)

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ruh orang mati itu tergantung dengan hutangnya sampai hutang itu dilunasi untuknya." (Riwayat Ahmad dan Tirmidzi)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mampu yang menangguhkan (menunda) pembayaran hutang dihalalkan kehormatannya dan siksanya." (Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i)

Rasulullah shalallahu 'alihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat untuk tidak melunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah 'Azza wajalla sebagai seorang pencuri." (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pemilik hak berhak pula berbicara agak keras (misalnya terhadap yang berhutang)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata:
Seorang lelaki mempunyai piutang pada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, lalu ia menagih beliau dengan cara kasar sehingga para sahabat ingin membalasnya. Maka bersabdalah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya pemilik piutang itu berhak mengatakan apa saja. Belilah seekor unta lalu berikanlah kepadanya! Mereka berkata: Kami tidak mendapatkan kecuali unta yang lebih baik dari untanya. Beliau bersabda: Belilah dan berikanlah kepadanya! Karena sesungguhnya termasuk orang yang terbaik di antara kamu atau orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik dalam melunasi utangnya." (Shahih Muslim)

Minggu, 30 Mei 2010

Hadist Shahih tentang Menguap dan Mengantuk

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Menguap itu termasuk perbuatan setan, maka bila seseorang di antara kamu menguap hendaklah ia menahan sekuatnya." (HR. Abu Hurairah) 

Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi dengan tambahan: "Dalam sholat." 


Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Jangan memaksa dirimu berjaga (tidak tidur) pada malam hari karena kamu tidak mampu melakukannya. Bila seseorang mengantuk maka hendaklah dia tidur di tempat tidurnya sendiri dan itu lebih aman." (HR. Ad-Dailami)


Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Jika salah seorang dari kalian mengantuk dalam salat, maka duduklah sampai hilang rasa kantuk itu. Sebab jika salah seorang dari kalian salat dengan mengantuk, maka pikirannya hilang, mungkin ia ingin meminta ampunan, tetapi malah mencaci dirinya sendiri." (Shahih Muslim No.1309)
Kitab Wudhu

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila salah seorang dari kamu mengantuk dan ia sedang shalat, hendaklah ia tidur sehingga tidur itu menghilangkan kantuknya. Ini karena sesungguhnya salah seorang di antaramu apabila shalat, padahal ia sedang mengantuk, maka ia tidak tahu barangkali ia memohon ampun lantas ia mencaci maki dirinya." (HR. Aisyah)


Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila seseorang mengantuk saat akan shalat hendaklah ia tidur sampai hilang ngantuknya, sebab bila shalat dalam keadaan mengantuk dia tidak menyadari bahwa ketika beristighfar ternyata dia memaki dirinya." (HR. Bukhari)


Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila salah seorang di antaramu mengantuk dalam shalat, hendaklah ia tidur sehingga ia mengetahui apa yang dibacanya." (Riwayat Anas ra.)


Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila seorang mengantuk saat shalat Jum'at di masjid maka hendaklah pindah tempat duduknya ke tempat duduk lainnya." (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)

Jumat, 28 Mei 2010

Mau Menjadi Pengemis? Ini Syaratnya

Inilah syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika agan memutuskan untuk menjadi seorang pengemis :

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: 
"Sesungguhnya meminta-minta tidak dihalalkan kecuali bagi salah seorang di antara tiga macam, yakni :

  • orang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, kemudian ia berhenti; 
  • orang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup; 
  • dan orang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga tiga orang dari kaumnya yang mengetahuinya menyatakan: "Si fulan ditimpa kesengsaraan hidup." ia boleh meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. 
Meminta-minta selain tiga hal itu, wahai Qobishoh, adalah haram dan orang yang memakannya adalah memakan yang haram." (Riwayat Muslim, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban)


Keterangan :
  • Pada point pertama, ditekankan bahwa ketika hutang orang lain yang ditanggungnya itu, misalnya hutang orang tua yang baru meninggal, sudah berhasil dilunasi, maka ia wajib berhenti menjadi pengemis.
  • Point kedua, misalnya setelah terkena musibah tsunami, hartanya ludes. Dia diperbolehkan meminta-minta. dan wajib berhenti ketika sudah mempunyai sandaran hidup.
  • Point ketiga, dia harus terbukti memiliki kehidupan yang sengsara agar memenuhi syarat untuk menjadi seorang pengemis. yaitu: dia mempunyai saksi minimal 3 orang yang menyatakan bahwa dirinya benar-benar hidup sengsara sehingga terpaksa mengemis. Namun tetap dia wajib pensiun dari mengemis ketika kesengsaraanya sudah terangkat dari hidupnya.

Jadi, masih berminat menjadi pengemis?