Senin, 26 Juli 2010

Hadis Shahih tentang Hutang Piutang

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangan menimbulkan ketakutan pada dirimu sendiri sesudah terasa olehmu keamanan (ketentraman)." Para sahabat bertanya: "Apa yang menimbulkan ketakutan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "hutang." (HR. Ahmad)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Berhati-hatilah dalam berhutang. Sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari. (HR. Ibnu Babawih dan Al-Baihaqi)

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ruh orang mati itu tergantung dengan hutangnya sampai hutang itu dilunasi untuknya." (Riwayat Ahmad dan Tirmidzi)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mampu yang menangguhkan (menunda) pembayaran hutang dihalalkan kehormatannya dan siksanya." (Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i)

Rasulullah shalallahu 'alihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat untuk tidak melunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah 'Azza wajalla sebagai seorang pencuri." (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pemilik hak berhak pula berbicara agak keras (misalnya terhadap yang berhutang)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata:
Seorang lelaki mempunyai piutang pada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, lalu ia menagih beliau dengan cara kasar sehingga para sahabat ingin membalasnya. Maka bersabdalah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya pemilik piutang itu berhak mengatakan apa saja. Belilah seekor unta lalu berikanlah kepadanya! Mereka berkata: Kami tidak mendapatkan kecuali unta yang lebih baik dari untanya. Beliau bersabda: Belilah dan berikanlah kepadanya! Karena sesungguhnya termasuk orang yang terbaik di antara kamu atau orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik dalam melunasi utangnya." (Shahih Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar