Selasa, 29 November 2011

Adab Bertamu: Ucap Salam, Dilarang Mengintip ke Dalam Rumah Orang

Kitab Adab
1. Meminta izin dengan ucapan salam, 3x tidak ada jawaban maka pulanglah
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu, ia berkata:
    Aku sedang duduk dalam majlis orang-orang Ansar di Madinah lalu tiba-tiba Abu Musa datang dengan ketakutan. Kami bertanya: Kenapa engkau? Ia menjawab: Umar menyuruhku untuk datang kepadanya. Aku pun datang. Di depan pintunya, aku mengucap salam tiga kali tetapi tidak ada jawaban, maka aku kembali. Tetapi, ketika bertemu lagi, ia bertanya: Apa yang menghalangimu datang kepadaku? Aku menjawab: Aku telah datang kepadamu. Aku mengucap salam tiga kali di depan pintumu. Setelah tidak ada jawaban, aku kembali. Sebab, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. telah bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian minta izin tiga kali dan tidak mendapatkan jawaban, maka hendaklah ia kembali. (Shahih Muslim No.4006)

  • Hadis riwayat Abu Musa Al-Asy`ari radhiallahu 'anhu bahwa:
    Ketika Abu Musa datang kepada Umar bin Khathab, ia mengucap: Assalamu`alaikum, ini Abdullah bin Qais, tetapi tidak ada jawaban, maka sekali lagi ia mengucap: Assalamu`alaikum, ini Abu Musa. Assalamu`alaikum ini Al-Asy`ari. Ketika ia berbalik hendak pulang, Umar muncul dan berkata: Kembali! Kembalilah kemari! Setelah Abu Musa. datang, Umar bertanya: Hai Abu Musa! Mengapa engkau cepat-cepat hendak pulang? Kami sedang melakukan suatu pekerjaan. Abu Musa. berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Minta izin itu tiga kali. Jika engkau mendapat izin, maka engkau boleh masuk, tetapi kalau tidak, maka pulanglah. (Shahih Muslim No.4010)
2. Makruh menjawab dengan kata "aku" bagi tamu ketika ditanya "siapa ini?"
  • Hadis riwayat Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhu, ia berkata:
    Aku datang mengunjungi Nabi shalallahu 'alaihi wasallam lalu menyapa kemudian Nabi bertanya: Siapa ini? Aku menjawab: Aku. Nabi lalu keluar seraya berucap: Aku, aku!. (Shahih Muslim No.4011)
3. Haram mengintip ke dalam rumah orang lain
  • Hadis riwayat Sahal bin Saad As-Saidi radhiallahu 'anhu:
    Bahwa seorang lelaki mengintip pada lubang pintu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Ketika itu Rasulullah membawa sisir yang beliau gunakan untuk menggaruk kepala. Pada waktu Rasulullah melihat orang itu, beliau bersabda: Seandainya aku tahu engkau memandangku tentu aku tusukkan sisir ini ke matamu. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: Sesungguhnya disyariatkan minta izin (memasuki rumah) itu hanyalah untuk menghindari penglihatan. (Shahih Muslim No.4013)

  • Hadis riwayat Anas bin Malik radhiallahu 'anhu:
    Bahwa seseorang melongok dari salah satu bilik Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kemudian Nabi beranjak menghampirinya dengan membawa anak panah bermata lebar. Aku seakan-akan melihat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengintai hendak menikamnya. (Shahih Muslim No.4015)

  • Hadis riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:
    Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Barang siapa melongok ke dalam rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka mereka boleh mencungkil matanya. (Shahih Muslim No.4016)





Kamis, 10 November 2011

Kisah Seorang Pelacur Masuk Surga

“Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya, diikatnya dengan kerudungnya dan diambilnya air dari sumur (lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu dosanya diampuni.” (HR. Bukhari)

------

Allah Maha Pengampun. Seorang wanita pelacur, artinya wanita ini hidup dari hasil berzina. Makan dan minum, membeli pakaian dan semua kebutuhannya dari hasil zina. Lantas kenapa wanita ini diampuni begitu saja?

Tidak ada hal sepele dalam syariat. Walaupun hal itu mudah dilakukan. Jangan kita meremehkan amal sholeh sekecil apapun, sekalipun hanya sebuah senyuman yang ikhlas kepada saudara kita. Bisa jadi amalan itu justru bernilai besar di sisi Allah, menjadi sebab rahmat Allah dan mengantarkan kita ke surga
 
Amal sholeh itu sekecil apapun akan memberatkan timbangan, bisa merubah kualitas istana surga, meninggikan derajat kita di akhirat, bahkan menambah bidadari yang menemani kita di surga, he..

Inilah qadarullah, Allah sang Maha Pemberi Berkah.. seorang pelacur dipertemukan dengan seekor anjing, kemudian selesai perkara akhiratnya. Allah akan mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki, sebesar apapun dosanya, sekalipun dosa itu dilakukan berulang-ulang. Tapi (hanya) dengan memberi minum anjing, dosanya diampuni, sekaligus mendapat tiket surga.

Hanya saja terkadang setan membuat syubhat bahwa hal kecil tidaklah penting. Apalagi jika tidak ada seorangpun yang melakukan, maka kita seolah malu juga melakukannya. Sehingga kita menyepelekan banyak hal. Padahal kita tidak tahu, bisa jadi hal kecil itu justru yang bernilai besar di sisi Allah azza wa jalla.

Banyak faedah yang bisa diambil dari hadist di atas. Seorang muslim tentunya benci terhadap perilaku maksiat, apalagi jika kemaksiatan tersebut sudah keterlaluan, kita akan marah. Marah karena Allah, membenci sesuatu karena Allah juga membenci sesuatu itu. 

Namun hendaknya kita juga tidak meremehkan seseorang hanya berdasarkan kasat mata, sekalipun pelacur (dan yang lainnya), siapa tahu orang itu ternyata suatu saat mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Dan hendaknya kita tidak meremehkan seseorang atas dasar dosa masa lalunya, siapa tahu orang itu ternyata masa lalunya sudah diampuni oleh Allah. Wallahu a'lam, hanya Allah yang mengetahui perkara ghaib. 


 Related post :
  1. Wanita Disiksa karena Membunuh Kucing !!
  2. Hadist Shahih tentang Perintah Membunuh Ular
  3. Hadist shahih :Hukum dan Perintah Membunuh Cicak

Jumat, 04 November 2011

Beberapa Hadist Shahih tentang Binatang - Sabung Ayam

Hewan
  1. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus. (HR. Muslim)
     
  2. Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis. (HR. Bukhari)
     
  3. Nabi shalallahu 'alaihi wasallam melarang mengadu domba antara hewan-hewan ternak. (HR. Abu Dawud)
     
  4. Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah. (HR. Bukhari)
     
  5. Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya, diikatnya dengan kerudungnya dan diambilnya air dari sumur (lalu diminumkan ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu dosanya diampuni. (HR. Bukhari)

Selasa, 01 November 2011

Lewat Depan Orang Sholat dan Tentang Sutrah

Dari Abu Juhaim Ibnul Harits Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sholat mengetahui dosa yang akan dipikulnya, maka ia lebih baik berdiri empat puluh hari daripada harus lewat di depannya." Muttafaq Alaihi dalam lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Al-Bazzar dari jalan lain: "(lebih baik berdiri) Empat puluh tahun."

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Apabila seseorang di antara kamu sholat dengan memasang batas yang membatasinya dari orang-orang, lalu ada seseorang yang hendak lewat di hadapannya maka hendaklah ia mencegahnya. Bila tidak mau, perangilah dia sebab dia sesungguhnya adalah setan."


Ngeri.. 
Tapi yang dimaksud "lewat" di sini adalah lewat di dalam/di sekitar area sujud seseorang saat menjalankan sholat. Adapun jika itu lewat di luar area sujud (baik di depan maupun samping) maka itu tidak mengapa. Oleh karenanya Nabi shalallahu 'alaihi wassalam memerintahkan kita untuk memakai sutrah, agar menutup kemungkinan seseorang lewat di depan kita saat sedang menjalankan sholat.

Banyak riwayat menyebutkan bahwa para sahabat sholat di belakang tiang-tiang masjid, di belakang pohon, maupun di belakang tombak yang mereka tancapkan di antara area sujud, itulah sutrah. Oleh karenanya ketika kita melaksanakan sholat hendaknya mencari tiang-tiang masjid, menaruh tas, mepet ke dinding masjid di shaf terdepan, ataupun menjadikan orang yang di depan kita sebagai sutrah. 

Sering kita jumpai saudara kita sholat sunnah di tengah-tengah ruangan masjid, sedangkan shaf masih kosong tanpa sutrah, mungkin karena ketidaktahuannya (hadist tentang sutrah belum sampai kepadanya). Hal demikian yang membuka resiko kemungkinan orang lewat di area sujudnya.

Seorang muslim yang sudah sampai kepadanya tentang hadist sutrah dan mengetahui ancaman bagi orang yang melewati area sujud saat sholat, hendaknya berusaha menjalankan sunnah Nabi shalallahu 'alaihi wassalam yang mulia ini. 

Bagaimana seandainya ada orang yang akan lewat di depan kita saat kita sedang sholat?

Cara mencegah orang yang akan melewati area sujud, cukup dengan membentangkan tangan ke depan sehingga menghalangi jalannya. 

Adapun jika yang "lewat" adalah anak kecil, mendadak sambil berlari-larian, maka itu harap dimaklumi. Anak belum baligh berarti belum berakal, tidak perlu  "diperangi" seperti matan (teks/lafadz) dzahir hadist di atas. 

Namun alangkah lebih baik jika sang ayah memberikan pemahaman tentang sunnah sejak dini kepada anak-anaknya. Agar tidak mengganggu kekhusyu'an sholat berjama'ah. 

Lagipula sunnahnya anak mulai diajari sholat ketika berumur 7 tahun. Seharusnya ketika itu mereka sudah nalar. Sebagian Ulama bahkan menyarankan agar anak dibawah 7 tahun yang tidak bisa dikondisikan agar tidak dibawa ke masjid ataupun pengajian. Wallahu a'lam.



Related Post:
  1. Lari-larian Mendatangi Sholat Jamaah Saat Masbuk?
  2. Rapatkan Shaf Sholat Berjama'ah

Sabtu, 02 Juli 2011

Hadist shahih Tentang Talqin Mayit

Sebelum Meninggal

Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam bersabda:
“Talqinlah orang yang akan meninggal dunia diantara kalian dengan La Ilaha Illallah. Barang siapa yang akhir ucapannya saat akan meninggal dunia La Ilaha Illallah niscaya dia akan masuk surga suatu ketika, meskipun sebelumnya dia tertimpa sesuatu.” (HR. Muslim, Ibnu Hibban dan Bazzar)

Dari Anas radhiallahu 'anhu berkata :
Rasulullah pernah menjenguk salah seorang sahabat anshor. Beliau bersabda: "Wahai paman, katakanlah La Ilaha Illallah.” (HR. Ahmad)

Sesudah Dikuburkan

Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu berkata : 
"Apabila Rosululloh telah selesai menguburkan mayit, maka beliau berdiri padanya dan bersabda: Mohonlah ampun untuk saudara kalian, dan mohonlah kemantapan baginya, karena dia sekarang ditanya.” (HR. Abu Dawud)

------

Jadi, Sebenarnya perkara talqin adalah BUKAN dengan membacakan surat yasin sebelum meninggal, melainkan dengan membimbing mengucapkan kalimat tauhid.

Dan, BUKAN dengan mengajari (mendikte) mayit untuk menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir setelah dikuburkan (Allah adalah Tuhanku.. dst), melainkan dengan memohonkan ampun kepada Allah dan mendoakan agar si mayit mempunyai kemantapan (keteguhan) saat menghadapi fitnah kubur, yaitu saat menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir di alam barzakh. Wallahu a'lam.




Minggu, 26 Juni 2011

Kisah 3 Orang Bani Israel (Kulit Belang, Kepala Botak dan Buta)

Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat. 

Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang.

Dan malaikat bertanya: "Apa yang paling kamu sukai?"
Orang itu menjawab: "Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku."

Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. 

Malaikat bertanya lagi: "Harta apa yang paling kamu senangi?"
Orang itu menjawab: "Unta" (atau sapi, periwayat hadis ini (yaitu Ishak) ragu tentang itu)

Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan.

lalu malaikat berkata: "Semoga Allah memberkahinya untukmu."

Kemudian ia mendatangi orang yang botak.

Lalu (malaikat) bertanya: "Apa yang paling kamu sukai?"
Orang itu berkata: "Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku."

Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. 

Malaikat bertanya lagi: "Harta apa yang paling kamu senangi?"
Ia menjawab: "Sapi."

Maka ia diberi sapi bunting.

Lalu malaikat berkata: "Semoga Allah memberkahinya untukmu."

Kemudian malaikat mendatangi yang buta, 

Lalu (malaikat) bertanya: "Apa yang paling kamu sukai?"
Ia menjawab: "Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia."

Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. 

Malaikat itu bertanya lagi: "Harta apa yang paling kamu sukai?"
Ia menjawab: "Kambing."

Maka ia diberi kambing yang beranak. 

Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah. 

Pada suatu ketika malaikat kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk dan cara seperti ia dahulu.

Lalu (malaikat) berkata: "Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah serta harta benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan."

Orang itu berkata: "Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi."

Maka malaikat itu berkata kepadanya: "Aku seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir lalu diberi harta oleh Allah?"

Orang itu berkata: "Aku mewarisi harta ini secara turun-temurun."

Malaikat berkata: "Kalau kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi."

Setelah itu malaikat tadi mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang belang tadi. 

Maka malaikat berkata: "Jika kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi."

Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu.

Lalu (malaikat) berkata: "Aku orang miskin yang mengembara dan telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekot kambing untuk membantuku dalam perjalanan."

Orang itu berkata: "Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan membebani kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk Allah."

Maka malaikat berkata: "Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji, kamu telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah dimurkai Allah."

(Shahih Muslim)


Baca juga:


Sabtu, 25 Juni 2011

Silsilah Hadis Palsu dan Lemah tentang Bulan Ramadhan

"Seandainya hamba-hamba tahu apa yang ada di bulan Ramadhan pasti ummatku akan berangan-angan agar Ramadhan itu jadi satu tahun seluruhnya, sesungguhnya Surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya...." hadits ini panjang. (Kualitas Hadis: Maudhu'/palsu)


"Wahai manusia sungguh telah datang pada kalian bulan yang agung, bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban, dan shalat malamnya sebagai sunnat. Barangsiapa mendekatkan diri di dalamnya dengan suatu perkara kebaikan maka dia seperti orang yang menunaikan suatu kewajiban pada bulan lainnya.. dialah bulan yang awalnya itu rahmat, pertengahannya itu maghfirah/ampunan, dan akhirnya itu 'itqun minan naar/bebas dari neraka.." sampai selesai. (Kualitas hadis: sanadnya Dhaif/lemah)


"Berpuasalah maka kamu sekalian sehat." (Kualitas hadis: Dhaif/lemah)


“Orang yang berpuasa adalah (tetap) di dalam ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya” (kualitas hadits:  DHA’IF/lemah)





Related Post:



Senin, 20 Juni 2011

Dalil tentang Perintah Memanjangkan Jenggot dan Memotong Kumis

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian!" (HR. Bukhori)

"Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian!" (HR. Bukhori)

“Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim)

"Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi." (HR. Muslim)


Dari Abu Umamah radhiallahu 'anhu: 
Kami (para sahabat) menanyakan: “Wahai Rosulullah, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad)

Ibnu Umar radhiallahu 'anhu mengatakan: 
“Sesungguhnya Rosululloh saw memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang." (HR. Muslim).

Jabir rhadhiallahu 'anhu mengatakan: 
“Sungguh kami (para sahabat), diperintah untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah). 

Dalam riwayat lain:
“Kami (para sahabat) membiarkan jenggot kami panjang, dan mencukur kumis” (HR. Abu Dawud)


Kisahnya dua utusan kisra (kaisar), berkata Zaid bin Habib :

Telah masuk dua utusan tersebut kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan sungguh keduanya telah mencukur jenggot dan memelihara kumisnya, Rasulullah memandang dengan benci kepada keduanya, Dan (Rasulullah) bersabda: Celakalah kalian berdua. Siapakah yang menyuruh kalian dengan ini.” Kedua orang tersebut menjawab : “Yang memerintahkan kami adalah rab kami (yaitu kaisar).” Maka bersabdalah Rasulullah saw : “Akan tetapi Rabbku memerintahkan untuk memelihara jenggotku dan memotong kumisku.” (HR. Ibnu Jarir)



Dan masih banyak hadist yang senada.  Untuk menghindari kebosanan maka cukuplah beberapa hadis di atas untuk mendasari perintah memelihara jenggot dan memotong kumis.

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata."  (QS 33 : 36)

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An Nur : 63)

Catatan: Potong kumis ini maksudnya bukan dikerok yaaa.. tapi cuma dicukur. Jangan sampai tumbuh melewati garis bibir. Cukur kumis, rambut kemaluan, bulu ketiak (boleh cabut), maksimal 40 hari sekali.

Related post: 

Senin, 18 April 2011

3 Hadist Palsu dan Lemah Populer

Hadis I
"Jika salah seorang di antara kamu menyetubuhi isteri atau budaknya, maka janganlah ia memandang/melihat farji (kemaluan)-nya, sebab hal itu dapat menyebabkan kebutaan" (KUALITAS HADITS : hadits MAUDHU’/PALSU)


Hadis II
“Dinginkanlah makanan, sebab (makanan) yang panas itu tidak ada berkahnya”(KUALITAS HADITS: HADITS DLA’IF’ (Lemah)


Hadis III
 "Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Rabb-nya." (Kualitas Hadits : MAWDLU'/PALSU)



Related Post :
Hadis Lemah tentang Thalaq (Talak) Cerai

Hadist Shahih tentang Lalat, Kucing dan Anjing

Hadist Shahih tentang LALAT

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Apabila ada lalat jatuh ke dalam minuman seseorang di antara kamu maka benamkanlah lalat itu kemudian keluarkanlah, sebab ada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawar." (HR. Bukhari dan Abu Dawud)



Hadist Shahih tentang KUCING 

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Bahwa kucing itu tidaklah najis, ia adalah termasuk hewan berkeliaran di sekitarmu."  (HR. Imam Empat)




Hadist Shahih tentang ANJING

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: 
"Apabila anjing minum (dengan ujung lidahnya) dalam wadah milik salah seorang di antara kalian, hendaklah ia membuang airnya kemudian membasuh wadah itu tujuh kali."  (Shahih Muslim)




Semoga bisa menjawab sebagian orang yang merasa jijik saat membenamkan lalat ke dalam minuman. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.


Baca Juga :
  1. Hadist Shahih tentang Lalat Jatuh (Nyemplung) ke dalam minuman 
  2. Hadist Shahih tentang Memelihara Anjing 
  3. Hadist shahih :Hukum dan Perintah Membunuh Cicak 
  4. Hadist Shahih tentang Perintah Membunuh Ular
  5. Beberapa Hadist Shahih tentang Binatang - Sabung Ayam

Sabtu, 26 Februari 2011

Potonglah Kumis dan Panjangkanlah Jenggot

Nabi shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Potonglah kumis dan panjangkanlah jenggot."  (Shahih Muslim) 

Banyak sekali hadis yang senada dengan hadis di atas, menandakan betapa pentingnya perintah tersebut. Bagi umat Muslim, satu hadis shahih hendaknya sudah cukup untuk menjadi rujukan.

Tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai hukum memelihara jenggot. Jangan memperdebatkan sesuatu yang sudah pasti.

"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka..." (Ali Imran: 105)

Jenggot adalah identitas muslimin, selayaknya jilbab sebagai identitas muslimah. Jenggot merupakan lambang kejantanan dan kedewasaan kaum muslimin. Juga sebagai sarana untuk tidak bertasyabuh (meniru) kaum kafir.


Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk ke dalam sarang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka." Kami (para sahabat) bertanya:  "Wahai Rasulullah! Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani?" Beliau menjawab:  "Lalu siapa lagi selain mereka." (Shahih Muslim)

Salah satu kebiasaan kaum kafir adalah memelihara kumis dan memangkas jenggot. Kemudian sebagian kaum muslimin malah meniru mereka sedangkan peringatan Nabi shalallahu 'alaihi wassalam telah jelas.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: 
"Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka." (HR. Abu Dawud)


Betapa banyak Ulama terdahulu yang bahkan menolak berada satu ruangan dengan pemuda amrad, yaitu pemuda "cantik" yang tidak berjenggot. Lantas kenapa kaum muslimin sekarang berlomba-lomba untuk berpenampilan seperti artis-artis korea.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah." Para sahabat lalu bertanya: "Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?" Beliau lalu menjawab: "Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Allahu a'lam, mengapa para muslimin enggan memelihara jenggot. Para orang tua, om-om bahkan lebih memilih memelihara kumis untuk menunjukkan kematangannya (kedewasaannya) daripada memanjangkan jenggot. Bukankah ini bertentangan dengan petunjuk Nabi shlalallahu 'alaihi wasallam? 

Kita terkadang menjumpai seorang pemuda yang memelihara jenggot justru malah dianggap aneh, menjadi bahan olokan teman-temannya sesama muslim. sedangkan memelihara jenggot adalah perintah Nabi shalallahu 'alaihi wassalam.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing . Namun berbahagialah orang-orang asing itu." Para sahabat bertanya:  "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?" Lalu Rasulullah menjawab: "Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan kerusakan." (HR. Muslim)


Kenapa kita tidak memelihara jenggot saja di saat orang lain mulai meninggalkan perintah Rasulullah dan fitrah sebagai seorang laki-laki ini? Amalan spesial adalah amalan dimana orang banyak yang meninggalkan. Siapa tau seluruh dosa kita diampuni gara-gara (hanya) memelihara jenggot. 

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Orang yang berpegangan kepada sunahku pada saat umatku dilanda kerusakan maka pahalanya seperti seorang syahid."  (HR. Ath-Thabrani)

Siapa yang mau pahala syahid? Pertanyaan retoris.

Rabu, 16 Februari 2011

Beberapa Hadist Palsu dan lemah yang Populer di Indonesia

Hadist I  tentang cinta tanah air

“Cinta tanah air adalah sebagian dari iman”

Kualitas Hadits : MAWDLU' (PALSU)
 

Hadis II tentang nabi pertama

“Aku (Rasulullah) adalah Nabi Paling Pertama Diciptakan Dan Paling Akhir Dibangkitkan (diutus).”

KUALITAS HADITS : Ini hadits DHA’IF (LEMAH)
 

Hadis III tentang syahwat

Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-13 (Syahwat Wanita Berlipat Ganda Atas Syahwat Laki-Laki?)
"Sesungguhnya syahwat (seksualitas) kaum wanita berlipat ganda melebihi syahwat kaum laki-laki"

"Wanita dilebihkan atas laki-laki sebanyak sembilan puluh sembilan kenikmatan (seksualitas) akan tetapi Allah Ta’ala melemparkan sifat malu pada mereka"

Kualitas hadits : MAWDHU’ (PALSU),


Related Post:
  1. Hadis Lemah tentang Thalaq (Talak) Cerai
  2. Hadist Palsu dan Lemah tentang Qurban dan Tidur Sore Setelah Ashar

Kamis, 06 Januari 2011

Hukum Mencaci Waktu, Angin dan Makanan

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Angin adalah dari kebaikan Allah yang membawa rahmat dan azab, maka janganlah kamu mencaci-makinya. Mohonlah kepada Allah limpahan kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya." (HR. Bukhari)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman: Seorang anak Adam mencaci-maki masa (waktu), padahal Akulah masa, siang dan malam hari ada di tangan-Ku." (Shahih Muslim) 

Hadis riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata:
"Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukai maka beliau memakannya dan kalau tidak menyukai maka beliau tidak memakannya (tanpa mencela)." (Shahih Muslim)